Friday, February 7, 2014

Bagaimana Sikap Kita Sebagai Muslim Terhadap Yahudi dan Nasrani?


Pertanyaan ini sudah mendapatkan fatwa Islam yang dituliskan oleh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi pada bukunya yang berjudul Fatwa Fatwa Kontemporer yang banyak beredar di toko buku Islam di kota anda. Di dalam buku ini, sang alim Ulama menceritakan pengalamannya, mengatakan argumennya, serta memberikan dalil dalil yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasul.

Bersikap Baik dengan Yahudi dan Nasrani
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi berpendapat bahwa umat Islam dibolehkan bersikap baik dengan kelompok Yahudi dan Nasrani yang bersikap damai kepada Islam atau yang tidak memerangi umat Islam. Banyak orang yang menganggap semua orang-orang kafir adalah sama. Karena menurut sang ulama, bukanlah beliau yang membedakan antara dua golongan orang-orang kafir ini. Tetapi, Allah yang membedakan di antara keduanya dalam kitabNya, tepatnya pada surah al-Mumtahanah ayat 8-9.

Menghormati Agama-Agama Samawi
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi melakukan penghormatan pada agama-agama samawi yang dianut mereka, tetapi bukan berarti aqidah mereka benar dan iman mereka diterima. Bahkan, menurut keyakinan beliau, mereka kafir karena mereka tidak mengimani kerasulan Nabi Muhammad. Tapi, hal itu juga tidak berarti beliau mengkafirkan mereka dengan pengkafiran seperti kepada kaum atheis. Karena mereka tidak diragukan lagi beriman (secara global) kepada Allah, hari kiamat, dan wahyu. Hanya saja mereka beriman kepada sebagian rasul dan mengingkari sebagian yang lain. Karena itu, kita menganggap mereka kafir denganagama kita. Sebaliknya, mereka juga mengkafirkan kita menurut agama mereka.

Apakah Orang-Orang Nasrani Saudara-Saudara Kita?
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi pernah mengatakan kepada mereka orang-orang Nasrani Mesir (Kristen Koptik) pada forum khusus, “Mereka adalah saudara-saudara kita dalam negara.”
Ini ungkapan yang benar, tidak ada kesalahan padanya. Karena persaudaraan bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. Tentu, tanpa diragukan lagi persaudaran yang paling tinggi adalah persaudaraan seagama yang berpijak pada satu akidah. Ungkapan persaudaraan seperti ini mempunyai dasar dari Al-Qur’an yaitu pada surat asy-Syu’araa. Kitabullah menyebutkan para nabi yang diutus kepada kaumnya adalah saudara-saudara para penduduk kaum itu, walaupun mmereka mengkafiri, mendustakan, dan bermaksiat kepada para rasul.

“Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka (Nuh)berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa.’”(Asy-Syu’araa’:105-106)

“Kaum ‘Aad telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, ‘Mengapa mereka tidak bertakwa.’” (Asy-Syu’araa’: 123-124)

Tulisan diatas adalah sedikit dari penjelasan Dr. Yusuf Al-Qaradhawi tentang sikap kita terhadap Yahudi dan Nasrani. Yang terdapat pada buku Fatwa Fatwa Kontemporer Jilid 3 pada bagian Akidah. Buku ini banyak dijual lengkap di toko buku Islam yang berada di toko-toko di kota anda atau bisa anda dapatkan di toko buku online. Baca selengkapnya tentang buku Fatwa Islam.

No comments:

Post a Comment