Belakangan ini, kita sudah tidak asing lagi dengan istilah “galau”. Galau adalah istilah yang banyak di gunakan para kaum remaja sekarang ini. Bahkan anak kecil dan dewasa pun sering menggunakan istilah tersebut.
Pada umumnya, galau adalah isilah yang biasa disebutkan ketika seseorang merasakan sedih, bingung, gundah gulana, depresi, gelisah, hampa, dan sebagai macamnya. Yang biasa mereka satukan dengan istilah “galau”.
Dalam buku Fatwa Fatwa Kontemporer jilid 3, dibahas fatwa islam (nasihat) terhadap orang yang suka merasakan depresi atau gundah gulana. Dalam buku islam itu diceritakan bahwa Nabi Muhammad saw. memiliki obatnya, yaitu
Pertama, kembali kepada Allah, membentengi diri dan selalu berharap pertolongan, anugerah, dan rahmatnya. Hal ini adalah pokok dari obat tersebut, yaitu dengan menyerahkan diri hanya kepada Allah swt. dan percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita dan tidak pernah putus asa dari pertolongan dan rahmatnya. Karena hanya orang-orang kafir dan orang-orang sesatlah yang putus asa dari pertolongan dan rahmat-Nya.
Kedua, shalat, sebagai bekal muslim dalam menjalani kerasnya hidup. Hal yang terpenting yang bisa dilakukan seorang muslim sebagai sarana berlingdung kepada Allah ketika tertimpa kesulitan dan kegundahan adalah menunaikan shalat. Pasalnya, dengan shalat, seseorang mampu mendapatkan kekuatan baik kekuatan batin maupun kekuatan jiwa. Nabi Muhammad saw. pun menunaikan shalat jika ditimpa kesusahan. Tentang hal ini, Allah mengajarkan kepada orang-orang mukmin,
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(al-Baqarah:153)
Ketiga, berusaha menolong orang-orang yang lemah. Di antara hal yang bisa membantu seseorang keluar dari kegundahan dan kesedihan yang ia rasakan adalah berusaha membantu orang lain. Khususnya orang-orang lemah, orang-orang miski, anak-anak yatim, para janda, orang-orang jompo, dan semua orang yang membutuhkan bantuan. Karena dengan membantu orang lain akan membantu dirinya dari kesendirian dan kesepian yang ia derita.
Keempat, zikir dan doa dari Nabi saw. untuk mengatasi kesusahan dan kegundahan. Terdapat kumpulan zikir dan doa dari Nabi Muhammad untuk mengatasi kesusahan, depresi, dan gundah gulana. Imam Ibnul Qayyim telah menyebutkan zikir-zikir dan doa-doa tersebut dalam kitab Zaadul Ma’ad Hadyi Khairil ‘Ibaad.
Itulah bagaimana fatwa islam dalam menghadapi penyakit gundah gulana atau yang biasa disebut dengan istilah “galau”. Semua tulisan tersebut dikutip dalam buku Fatwa Fatwa Kontemporer yang ditulis oleh Dr. YusufAl-Qaradhawi yang diterbitkan oleh Gema Insani Press. Di dalam buku tersebut akan dijelaskan kembali secara detail dan juga dijelaskan fatwa fatwa islam lainnya seperti mengatasi isu suara wanita adalah aurat. Dan buku di sebut dapat dengan mudah di dapatkan di toko buku Islami di Surabaya, Medan, Malang, dan kota-kota lainnya. Atau bisa dibeli secara online di toko buku islam online. Baca juga selengkapnya tentang buku Fatwa Islam.









